Belum Ada Kejelasan Regulasi Untuk Jasa Kurir Dari Angkutan Online

admin_jovanNews1 Comment

Belum Ada Kejelasan Regulasi Untuk Jasa Kurir Dari Angkutan Online

Oleh : Buntono Sidik, www.pakpos.id

Siapa yang tidak kenal Go-Jek?

Layanan angkutan berbasis aplikasi ini mulai booming di awal tahun 2015 dan sejak itu juga banyak bermunculan layanan serupa seperti Grab, Uber, dan lain-lain. Berbagai angkutan online ini pun kemudian dengan cepat mengembangkan variasi layanannya sampai ke jasa bersih-bersih, pijat, dan juga pengantaran barang.

Namun karena pada saat itu belum ada kejelasan regulasi, banyak protes bermunculan dari angkutan yang lebih tradisional yang merasa tergeser oleh keberadaan angkutan online. Contohnya saja demo Organda dan pengendara Taxi dan bahkan beberapa kasus kekerasan terhadap pengendara angkutan online. Karena memang belum memenuhi regulasi yang ada pada saat itu akhirnya Kemenhub sempat melarang angkutan online beroperasi. Namun atas anjuran Presiden Jokowi, yang melihat angkutan online masih dibutuhkan rakyat, larangan itu pun dicabut hanya satu hari setelah dikeluarkan. Pada bulan Juni 2016 pemerintah akhirnya mengumumkan tiga syarat final untuk angkutan online, yaitu:
• Semua kendaraannya lolos uji KIR
• Berbadan hukum, baik perusahaan ataupun koperasi
• Pengendara memiliki SIM umum

Angkutan online diberi waktu sampai Mei 2017 untuk memenuhi tiga syarat ini untuk semua pengemudi dan kendaraan yang tergabung. Sampai Agustus 2016 baru 598 dari kendaraan yang sudah memiliki KIR. Tiga syarat ini mungkin cukup untuk layanan angkutan tetapi bagaimana dengan layanan lainnya seperti jasa kurir? Mengingat bahwa tiga syarat ini dirumuskan setelah lembaga pemerintah terkait bertemu hanya dengan Organda dan belum melibatkan asosiasi logistik seperti Asperindo maupun ALI.

Perizinan untuk menyelenggarakan layanan pos atau pengiriman barang diatur dalam UU No 38 tahun 2009. Di mana disebutkan bahwa penyelenggara pos harus memenuhi syarat-syarat tertentu misalnya harus berbadan hukum, mempunyai proposal rencana usaha 5 tahun, mempunyai modal minimal 50 juta Rupiah dan memiliki surat keterangan domisili usaha. Sedangkan usaha angkutan online seperti Go-jek dan Grab dengan jelas menyatakan dalam ketentuan layanan pada situs mereka bahwa mereka adalah perusahaan teknologi, bukan penyedia jasa, dan TIDAK bertanggung jawab atas kelalaian dari penyedia jasa yang dipakai konsumen. Di sinilah akar permasalahannya, jika perusahaan seperti Go-jek dan Grab bukan penyedia jasa maka kewajiban untuk memenuhi perizinan penyelenggaraan pos jatuh pada setiap individu pengendara yang tergabung dan jelas sulit untuk para pengendara ini untuk memenuhinya.

Asosiasi logistik pun menghimbau pemerintah untuk segera mempertegas regulasi jasa kurir berbasis aplikasi. Menurut Ketua Umum Asperindo Muhammad Kadrial layanan berbasis aplikasi memang mempunyai kelebihan tetapi harus dipertegas siapa penanggungjawabnya. “Pengiriman barang itu sudah tak bisa disangkal lagi, itu adalah kelebihan dari teknologi. Tetapi yang penting bagi Asperindo adanya jaminan proteksi layanan bagi konsumen. Apakah aplikasi diatur oleh regulasi dan dibenarkan sebagai angkutan barang? Perlu diperjelas siapa penanggung jawabnya, karena mereka tidak punya izin,” kata Kadrial.

Namun apa yang tertulis tidak selalu menjadi apa yang dipraktekan. Contohnya walaupun ketentuan layanan Gojek menyatakan bahwa Gojek tidak bertanggung jawab atas kelalaian penyedia jasa/pengendara namun Gojek tetap memberikan jaminan barang hilang hingga nilai 10 juta Rupiah untuk layanannya yang terkait dengan E-commerce seperti misalnya Tokopedia. Hal ini mungkin jadi pertanda bahwa angkutan online sebenarnya masih memperdulikan hak konsumen. Tetapi bukan berarti regulasi yang berlaku sekarang tidak perlu diperjelas.

Perkembangan teknologi yang begitu cepat terkadang membuat regulasi tertinggal. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa layanan angkutan maupun kurir berbasis aplikasi ini sangat dicari oleh masyarakat. Adalah tugas pemerintah dan juga pelaku usaha untuk segera meluruskan kesimpangsiuran regulasi yang mengatur layanan angkutan online.

One Comment on “Belum Ada Kejelasan Regulasi Untuk Jasa Kurir Dari Angkutan Online”

  1. daftaruber

    Nice post. I’d been looking at consistently this site with this particular influenced! Extremely helpful data specially the shutting part 🙂 My partner and i preserve such information considerably. I was in search of this kind of a number of information and facts for an extended time. Appreciate it and associated with chance.. daftaruber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *